
Keberadaan bayi adalah hal yang paling membahagiakan dalam sebuah rumah tangga. Tidak semua pasangan dapat memiliki momongan dengan segera. Tak sedikit di antaranya memiliki masalah kesuburan yang baru diketahui setelah menikah.
Pada wanita yang usianya belum sampai 34 tahun, maka secara normal kemungkinan kesuburannya adalah 90%. Dengan catatan, bukan pengguna obat terlarang atau peminum alkohol.
Pada wanita, ketidak suburan bisa disebabkan oleh disfungsi hormon, tersumbatnya saluran telur, endometriosis, kista, atau kualitas dan pergerakan sperma yang kurang baik.
Setidaknya 40% faktor ketidak suburan disebabkan oleh wanita sedangkan 40% lainoleh sebab pria, dan sisa 20% karena keduanya. Setidaknya ada 90 juta pasangan di dunia ini yang sedang berusaha untuk memiliki anak. Sulitnya memiliki momongan tersebut sampai-sampai menimbulkan stress yang mendalam pada pasangan-pasangan tersebut. Bahkan dari daftar penyebab stress, stress karena tidak subur adalah penyebab kedua terbanyak setelah stress karena kematian.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Hendaknya kamu menikahi perempuan yang subur dan penyayang, sebab denganmu umatku menjadi lebih banyak daripada umat para nabi yang lain di Hari Kiamat.” (HR Abu Dawud 2/220 no 2050 dan ini adalah lafalnya, Ibnu Hibban 9/363,364, An-Nasaai 6/65, berkata Syaikh Al-Albani , “Hasan Shahih”)
1. Periode menstruasi normal
Menstruasi teratur artinya ovulasi tejadi secara teratur dan tanda keseimbangan hormon. Periode menstruasi yang teratur juga dapat memungkinkan seorang wanita mengetahui kapankah saat terbaik untuk berhubungan dengan kemungkinan hamil yang tinggi.
Pada siklus menstruasi normal, yaitu selama 24 dan 35 hari, ovulasi umumnya terjadi pada sekitar pertengahan siklus. Tanda-tanda ovulasi adalah nyeri payudara, kembung, nyeri perut ringan, serta suhu tubuh dan gairah seks meningkat.
2. Berat badan normal
Berat badan yang tidak sehat akan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh yang mengganggu keberhasilan ovulasi. Dalam kasus yang ekstrim, ovulasi dapat terhenti sama sekali. Pada wanita kurus, tubuh menghemat energi dengan cara menghentikan proses ovulasi. Jika ini terus berlanjut untuk jangka waktu yang panjang, ada kemungkinan akan menyebabkan mandul.
Berat badan yang tidak sehat akan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh yang mengganggu keberhasilan ovulasi. Dalam kasus yang ekstrim, ovulasi dapat terhenti sama sekali. Pada wanita kurus, tubuh menghemat energi dengan cara menghentikan proses ovulasi. Jika ini terus berlanjut untuk jangka waktu yang panjang, ada kemungkinan akan menyebabkan mandul.
Massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yag normal adalah 19-25. Cara menghitungnya adalah berat tubuh dibagi tinggi badan dikali tinggi badan
Berat Badan (kg) 45
———————————— = Body Mass Indeks ———— = 19.23 (BMI)
tinggi badan (m) x tinggi badan (m) 1.6 x 1.6
———————————— = Body Mass Indeks ———— = 19.23 (BMI)
tinggi badan (m) x tinggi badan (m) 1.6 x 1.6
Wanita yang berolahraga berlebihan juga dapat menjadi mandul karena kurangnya lemak tubuh. Kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko terserang sindrom ovarium polikistik yang dapat menyebabkan kemandulan permanen.
3. Tidak memakai alat kontrasepsi
Wanita yang telah menyuntik homon pengendali kelahiran membutuhkan waktu 1 tahun agar kesuburannya pulih kembali.. Tubuh harus mulai mengatur ulang periode menstruasi, juga mulai berovulasi secara berkala untuk meningkatkan kesuburan.
Wanita yang telah menyuntik homon pengendali kelahiran membutuhkan waktu 1 tahun agar kesuburannya pulih kembali.. Tubuh harus mulai mengatur ulang periode menstruasi, juga mulai berovulasi secara berkala untuk meningkatkan kesuburan.
Meskipun siklus menstruasi sudah mulai normal lagi, ovulasi akan terjadi secara tidak teratur dan memang diperlukan waktu beberapa saat untuk normal lagi. Untungnya, hormon pengendalian kelahiran tidak menyebabkan mandul.
4. Bebas penyakit menular seksual
Wanita yang terinfeksi penyakit menular seksual lebih mungkin menjadi mandul. Penyakit seperti klamidia dan gonore menyebabkan penyakit radang panggul yang dapat menyebar ke organ reproduksi.
Wanita yang terinfeksi penyakit menular seksual lebih mungkin menjadi mandul. Penyakit seperti klamidia dan gonore menyebabkan penyakit radang panggul yang dapat menyebar ke organ reproduksi.
Infeksi menyebabkan jaringan parut muncul di saluran tuba, ovarium dan organ lainnya sehingga mencegah ovulasi dan mengurangi kemampuan untuk hamil.
5. Tidak merokok
Wanita perokok berat mengalami penurunan tingkat kesuburan sekitar 43% dan 3 kali lebih mungkin menjadi mandul dibandingkan wanita non-perokok. Kemungkinan ini meningkat lebih tinggi jika pasangannya juga merokok.
Wanita perokok berat mengalami penurunan tingkat kesuburan sekitar 43% dan 3 kali lebih mungkin menjadi mandul dibandingkan wanita non-perokok. Kemungkinan ini meningkat lebih tinggi jika pasangannya juga merokok.
Bahan kimia dalam rokok merusak sel telur dan dapat mengganggu ovulasi. Tidak hanya dapat membuat susah hamil, tetapi juga meningkatkan kemungkinan bayi keguguran dan lahir mati.
6. Tidak stres
Stres adalah salah satu faktor terbesar yang mengganggu kemampuan seorang wanita agar dapat hamil. Sayangnya, faktor risiko yang satu ini tak terhindarkan dari kehidupan.
Stres adalah salah satu faktor terbesar yang mengganggu kemampuan seorang wanita agar dapat hamil. Sayangnya, faktor risiko yang satu ini tak terhindarkan dari kehidupan.
Wanita stres memproduksi hormon kortisol dan prolaktin yang secara aktif mengganggu dan bahkan dapat menghentikan ovulasi. Jika hal ini terjadi untuk jangka waktu yang panjang, sistem kekebalan tubuh berkurang. Pada saat ini, kemungkinan untuk hamil akan menyusut karena kehamilan akan membahayakan fungsi dan kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.
7. Posisi Hubungan Seks
Posisi seks tidak mempunyai pengaruh yang siginifikan dalam pembuahan. Tidak ada penelitian yang benar-benar bisa membuktikan salah satu posisi seks membuat pasangan memiliki kesempatan hamil lebih besar.
Beberapa posisi memang bisa memaksimalkan kesempatan karena bisa membuat pria penetrasi lebih dalam. Namun posisi tersebut berbeda-beda tergantung kondisi tubuh wanita. Begitu terjadi ejakulasi, sperma langsung berenang menuju rahim. Jadi, tidur dengan kaki di atas setelah berhubungan seks juga tidak memiliki efek yang signifikan untuk membantu pembuahan.
8. Usia mempengaruhi kesuburan.
Pada wanita usia kesuburan berlangsung lebih cepat. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an prosentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10% kesempatan untuk hamil.
Pada pria, penurunan kesuburan juga terjadi seiring berjalannya usia. Hanya 8% pria usia sekitar 25 tahun yang gagal menghamili pasangannya. Sedangkan pada usia 35 tahun, jumlah pria yang gagal membuahi wanita meningkat hingga 15%. Menurut peneliti dari Bristol and Brunel University, selain karena faktor fisik, dorongan dan frekuensi untuk berhubungan seksual mulai berkurang sejalan dengan usia.
9. Pilihan makanan juga turut mempengaruhi kesuburan.
Wanita yang minum empat gelas kopi per hari memiliki risiko tidak subur lebih besar. Sebabnya, kafein mengurangi kandungan darah dalam hormon prolactin. Rendahnya hormon prolactin berhubungan dengan semakin rendahnya tingkat kesuburan.
Seperti prinsip umum, kesuburan adalah masalah keseimbangan. Jika hormon ini kadarnya terlalu tinggi juga tak baik. Tingginya kadar hormon prolactin yang bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, dapat mengganggu siklus haid. Diet untuk meningkatkan kesuburan sama dengan diet lain pada umumnya. Intinya, makan makanan rendah lemak, cukup protein, memperbanyak buah, dan sayur. Kurangi juga konsumsi makanan olahan seperti keju, daging olahan dan makanan beku. Supaya badan tetap sehat hindari kopi, alkohol, dan rokok. Pastikan juga untuk berolahraga secara teratur, menghindari stress, dan memilih waktu pembuahan yang. tepat sesuai dengan siklus bulanan.
10. Mencapai orgasme untuk membantu kehamilanWalau mencapai orgasme tidak terkain langsung dengan cara agar cepat hamil, namun jika sahabat semua dapat mewujudkan hal ini pastinya salah satu point penting mendapatkan kehamilan dapat terlaksana, sebab Orgasme menyebabkan otot-otot vagina berkontraksi, tindakan ini dapat membantu mendorong sperma lebih cepat berjalan ke dalam rahim.
11. Berasal dari keluarga yang subur dan banyak anak
Keturunan berpengaruh pada seorang wanita. Bisa dilihat dari sisi ibu, bibi atau neneknya.
0 Response to "11 Ciri Wanita Subur Untuk Hamil!! Mohon Share.."
Post a Comment